Kekuatan Antioksidan Ada Pada Isoflavon

Di balik ketenarannya sebagai makanan fungsional, kedelai dan produk turunannya juga merupakan sumber antioksidan yang unggul. Efektivitasnya sebagai antioksidan tak lain karena peran zat aktif yang dikandungnya. Zat aktif pada kedelai yang memiliki aktivitas fisiologis terkuat sebagai antioksidan adalah flavonoid.

king

Ada 2 macam flavonoid utama pada kedelai, yaitu daidzin dan genistin. Dalam perkembangannya, ada sejumlah isoflavon yang telah berhasil diisolasi dari kedelai, yakni daidzin, asetil daidzin, giisitin, malonildaidzin, genistin, asetil genistin, malonilgenistin, asetilglisitin, malonil genistin. Kadar daidzin dan genistin lebih tinggi dibanding giisitin.

Kedelai utuh ataupun produk olahannya semuanya mengandung isoflavon-isoflavon tersebut. Kedelai utuh memiliki kandungan isoflavon lebih tinggi dibanding produk olahannya.

Mengonsumsi kedelai atau produk olahannya bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas antioksidan alami yang tersedia di dalam tubuh. Studi laboratorium mengungkap bahwa asupan isoflavon akan memacu peningkatan kadar SOD di dalam darah sehingga aktivitasnya sebagai antioksidan enzimatis meningkat.

Dalam beraktivitas, SOD mampu mengubah radikal superoksida yang reaktif menjadi molekul yang lemah. Kinerja ini sangat menguntungkan karena radikal bebas superoksida merupakan radikal bebas ganas yang memiliki dampak luas sebagai penyebab berbagai macam penyakit.

Secara simultan, isoflavon juga merupakan agen pereduksi yang menjadi donor hidrogen untuk molekul radikal dan pengelat metal (metal chelator) yang berpotensi sebagai radikal bebas. Kemampuannya dalam mereduksi ROS cukup kuat, maka keberadaannya mampu memberi perlindungan yang baik bagi tubuh sehingga membuat tubuh dapat bertahan saat terpapar oleh radikal bebas endogen yang dihasilkan sendiri oleh tubuh.

Efek antioksidan kedelai semakin kuat dengan adanya kerja sama mineral dan vitamin yang dimilikinya. Kedelai banyak mengandung seng yang mendukung kinerja SOD. Selain itu, kedelai juga kaya vitamin E yang kita kenal sebagai antioksidan sekunder yang efektif melindungi sel yang terlindung oleh lemak. Aktivitas bioaktif antioksidan kedelai turut terbantu dengan adanya kandungan zat besi yang cukup tinggi pada kedelai dan produk olahannya. Zat besi merupakan chelator yang berguna untuk mengikat radikal bebas sebelum direduksi oleh SOD.

Melalui mekanisme ini, efektivitas seluruh senyawa antioksidan yang terdapat pada kedelai menjadi semakin kuat. Efek perlindungan yang diberikannya menyeluruh, tak hanya pada sitoplasma, namun juga hingga mencapai tingkat DNA yang mengendalikan seluruh sistem tubuh.

sumber : sehatraga.com

Share

One thought on “Kekuatan Antioksidan Ada Pada Isoflavon

Comments are closed.